🪼 Lirik Lagu Gereja Bagai Bahtera

RefreinTuhan, tolonglah! Tu_han, tolonglah! Tanpa Dikau semua binasa kelak. Ya Tuhan tolonglah! Gereja bagai bahtera pun suka berhenti, tak menempuh samudera, tak ingin berjerih dan hanya masa jayanya selalu dikenang, tak ingat akan dunia yang hampir tenggelam! Gereja yang tak bertekun di dalam tugasnya, tentunya oleh Tuhan pun tak diberi berkah. Refrein) Tuhan, tolonglah! Tuhan, tolonglah! Tanpa Dikau semua binasa kelak. Ya Tuhan tolonglah! (3) Gereja bagai bahtera diatur awaknya, setiap orang bekerja menurut tugasnya. Semua satu padulah, 2 Gereja bagai bahtera pun suka berhenti, tak menempuh samudera, tak ingin berjerih dan hanya masa jayanya selalu dikenang, tak ingat akan dunia yang hampir tenggelam! Gereja yang tak bertekun di dalam tugasnya, tentunya oleh Tuhan pun tak diberi berkah. Reff: Tuhan, tolonglah! Tuhan, tolonglah! Tanpa Dikau semua binasa kelak. Ya Tuhan Tuhan tolonglah! Tanpa Dikau semua binasa kelak. Ya Tuhan, tolonglah. 5. Gereja bagai bahtera di laut yang seram, mengarahkan haluannya ke pantai seberang. Hai kau yang takut dan resah, kau tak sendirian; teman sejalan banyaklah dan Tuhan di depan! Bersama-sama majulah, bertahan, berteguh; LaguPuji Syukur 621 Gereja Bagai Bahtera Lirik Lagu Puji Syukur 621 Gereja Bagai Bahtera Gereja bagai bahtera di laut yang seram, mengarahkan haluannya ke pantai seberang. Mengamuklah samudera dan badai menderu, gelombang zaman menghempas dan sulit ditempuh. Penumpang pun bertanyalah selagi berjerih. Gambar1.7 Bahtera Sumber: www.freegraphicdowload.com. Diakses 27 Mei 2014 . Gambar 1.8 Cincin Perkawinan dan terbentuk menurut pola persatuan-Nya dengan Gereja. Sebab seperti dulu Allah menghampiri bangsa-Nya dengan perjanjian kasih dan kesetiaan, begitu pula sekarang Penyelamat umat manusia dan Mempelai Gereja, melalui sakramen perkawinan Gerejabagai bahtera di laut yang seram. Mengarahkan haluannya ke pantai seberang. Mengamuklah samuderandan badai menderu; gelombang zaman menghempas, yang sulit ditempuh. Penumpang pun bertanyalah selagi berjerih: Betapa jauh di manakah labuan abadi? gerejabagai Bahtera di laut yang seram mengarahkan haluannya ke pantai seberang mengamuklah samudera dan badai menderu gelombang zaman menghempas dan sulit ditempuh penumpangpun bertanyalah selagi berjerih berapa lagi jauhnya labuhan abadi Tuhan, tolonglah! Tuhan, tolonglah! tanpa Dikau semua binasa kelak ya Tuhan, tolonglah! Versi1 1 Gereja bagai bahtera di laut yang seram mengarahkan haluannya ke pantai seberang. Mengamuklah samudera dan badai menderu; gelombang zaman menghempas, yang sulit ditempuh. Penumpang pun bertanyalah selagi berjerih: Betapa jauh, dimanakah labuhan abadi? Tuhan, tolonglah! Tuhan, tolonglah! Tanpa Dikau semua binasa kelak. Ya Tuhan tolonglah! OHBETAPA SENANG HATIKU, DENGAR YESUS BERSERU MARILAH HAI KAMU YANG MENANGGUNG B'RAT AKAN DIB'RIKAN SENTOSA BAGI YANG MENGHARAPKAN.. JANGAN TAKUT YESUS SUDAH JANJIKAN.. BIAR BADAI S'LALU MENERPA JANGAN SAMPAI MENYERAH.. INGAT YESUS S'LALU ADA DI DEPAN.. BIAR GUNUNG BATU HANCUR, KAMI YAKINKAN YESUS,, HENTAR KAMI MASUK TEMPAT YANG SENANG.. 1 Gereja bagai bahtera di laut yang seram mengarahkan haluannya ke pantai seberang. Mengamuklah samudera dan badai menderu; gelombang zaman menghempas, yang sulit ditempuh. Penumpang pun bertanyalah selagi berjerih: Betapa jauh, dimanakah labuhan abadi? Reff Tuhan, tolonglah! Tuhan, tolonglah! Tanpa Dikau semua binasa kelak. Ya Tuhan tolonglah! 2. Gerejabagai bahtera diatur awaknya. setiap orang bekerja menurut tugasnya. Semua satu padulah, setia bertekun. demi tujuan tunggalnya yang harus ditempuh. Roh Allah yang menyatukan, membina, membentuk. di dalam kasih dan iman dan harap yang teguh. Verse 4. Gereja bagai bahtera, muatannya penuh. 4Lsgn5j. Syair dan lagu Ein Schiff das sich Gemeinde nennt, Martin G. Schneider, 1963, Terjemahan Yamuger, 1988 Klik di sini untuk mendengarkan musik … la = c 4 ketuk Gereja bagai bahtera di laut yang seram mengarahkan haluannya ke pantai seberang. Mengamuklah samudera dan badai menderu; gelombang zaman menghempas, yang sulit ditempuh. Penumpang pun bertanyalah selagi berjerih Betapa jauh, di manakah labuhan abadi? Refrein Tuhan, tolonglah! Tuhan, tolonglah! Tanpa Dikau semua binasa kelak. Ya Tuhan, tolonglah. Gereja bagai bahtera pun suka berhenti, tak menempuh samudera, tak ingin berjerih dan hanya masa jayanya selalu dikenang, tak ingat akan dunia yang hampir tenggelam! Gereja yang tak bertekun di dalam tugasnya, tentunya oleh Tuhan pun tak diberi berkah! Gereja bagai bahtera diatur awaknya, setiap orang bekerja menurut tugasnya. Semua satu padulah, setia bertekun, demi tujuan tunggalnya yang harus ditempuh. Roh Allah yang menyatukan, membina, membentuk di dalam kasih dan iman dan harap yang teguh. Gereja bagai bahtera, muatannya penuh, beraneka manusia yang suka mengeluh, yang hanya ikut maunya, meng’ritik dan sok tahu, sehingga bandar tujuan menjadi makin jauh. Tetapi bila umatNya sedia mendengar, tentulah Tuhan memberi petunjuk yang benar. Gereja bagai bahtera di laut yang seram, mengarahkan haluannya ke pantai seberang. Hai kau yang takut dan resah, kau tak sendirian; teman sejalan banyaklah dan Tuhan di depan! Bersama-sama majulah, bertahan, berteguh; tujuan akhir adalah labuhan Tuhanmu!

lirik lagu gereja bagai bahtera