🥇 Kelebihan Dan Kekurangan Bahan Ajar

Kelemahanbahan ajar cetak antara lain adalah: Kelemahan Bahan Ajar Cetak Tidak mampu mempresentasikan gerakan, pemaparan materi bersifat linear, tidak mampu mempresentasikan kejadian secara berurutan Sulit memberikan bimbingan kepada pembacanya yang mengalami kesulitan memahami bagian tertentu dari bahan ajar tersebut Adapunkelebihan dari pembelajaran berbasis web yaitu: 1. Memungkinkan setiap orang dimanapun dan kapanpun untuk belajar 2. Sangat potensial sebagai sumber belajar bagi peserta didik ynag tidak memiliki waktu untuk belajar 3. Dapat mendorong peserta didik lebih aktif dan mandiri dalam belajar 4. Menyediakan sumber belajar tambahan yang dapat Bahanajar cetak juga memiliki beberapa kekurangan yaitu tidak mampu mempresentasikan gerakan, penyajian materi bersifat linear, dan sulit memberikan bimbingan kepada pembacanya. Bahan ajar noncetak juga memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Kelebihanbahan ajar cetak; • Mudah diperoleh dan dibawa ke mana-mana, • Mudah dipelajari kapan dan di mana pun, • Tidak memerlukan alat khusus untuk menggunakannya, • Pengirimannya relatif mudah dan murah dibanding, serta • Media yang paling canggih untuk mengembangkan kemampuan siswa untuk belajar tentang fakta dan prinsip-prinsip Bukanhanya kurikulum, namun juga variasi dari bahan ajar dan media pengajaran. Bahan ajar merupakan hal yang sangat penting dalam proses belajar-mengajar. Tenaga pendidik harus mengetahui macam-macam bahan ajar. Bahan ajar tergolong menjadi dua macam, yakni bahan ajar cetak dan non-cetak. Meskipun kini teknologi semakin pesat, bahan ajar cetak berdasarkanbeberapa pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa dalam pembelajaran menggunakan modul juga memiliki beberapa kelemahan yang mendasar yaitu bahwa memerlukan biaya yang cukup besar serta memerlukan waktu yang lama dalam pengadaan atau pengembangan modul itu sendiri, dan membutuhkan ketekunan tinggi dari guru sebagai fasilitator MengidentifikasiKekurangan dan Kelebihan Buku Bahan Ajar Siswa SMA Buku Mengenal Bahasa Jepang 2. y Kekurangan 1. Meskipun terdapat gambar namun gambar yang tersaji tidak menarik dan bentuk tulisan yang digunakan terlihat membosankan. 2. Daftar kosa kata terdapat di bagian belakang buku sehingga bagi pengguna buku tidak efektif. bahanajar disusun dengan tujuan 1 menyediakan bahan ajar yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dengan mempertimbangkan kebutuhan siswa yaitu bahan ajar yang disusun sesuai dengan karakteristik dan setting atau lingkungan sosial siswa 2 membantu siswa dalam memperoleh alternative bahan ajar disamping buku teks yang terkadang sulit diperoleh 3 5 Kelebihan Dan Kekurangan Metode Resitasi a. Kelebihan: Kelebihan metode resitasi adalah 1) dapat dilaksanakan dalam berbagai bidang studi, 2) murid berkesempatan memupuk perkembangan dan keberanian berkreatif, berinisiatif dan bertanggung jawab, dan 3) pengetahuan yang diperoleh akan banyak diingat. b. Kekurangan Kekurangan metode resitasi PerbedaanBahan Ajar dan Buku Teks; Kelemahan dan Kelebihan Pembelajaran Luring. Meski memiliki masalah dalam pelaksanaannya, tentu pembelajaran luring tetap memiliki kelemahan dan kelebihan yang membuat pembelajaran luring harus terus dibenahi dan juga disesuaikan dengan kurikulum yang saat ini berjalan. 1. Kelemahan Pembelajaran Luring Membandingkan2 keunggulan dan kelemahan bahan ajar dan LKS Keunggulan Bahan ajar mengandung komponen tujuan pembelajaran, uraian materi, dan evaluasi. LKS berisi komponen tujuan, materi, waktu, cara kerja, hasil yang diharapkan, dan tindak lanjut. Kelemahan Materi yang tidak sesuai dengan kurikulum. Apasaja kelebihan dan kekurangannya? Kelebihan Modul sebagai Bahan Ajar Berikut ini merupakan kelebihan dari modul : Peserta didik mempunyai kesadaran terhadap dirinya sendiri Membangun rasa tanggung jawab terhadap kegiatan belajar yang dipelajarinya GgBhjug. 35 depan kelas. Keterangan-keterangan, uraian-uraian yang harus disampaikan, dan informasi yang harus disajikan tenaga pengajar dihimpun di dalam bahan ajar. Dengan demikian, tenaga pengajar akan dapat mengurangi aktivitas untuk menjelaskan sehingga memiliki banyak waktu untuk membimbing pemelajar dalam melakukan aktivitas pembelajaran. Kedua, bahan ajar berkedudukan sebagai alat atau sarana untuk mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar. Ketiga, bahan ajar juga merupakan wujud pelayanan satuan pendidikan terhadap peserta didik. Siswa berhadapan dengan bahan yang terdokumentasi dan berhubungan dengan informasi yang konsisten sehingga bagi siswa yang cepat belajar, akan dapat mengoptimalkan kemampuannya dengan mempelajari bahan ajar tersebut. Sebaliknya, bagi siswa yang lambat belajar, akan dapat mempelajari bahan ajar secara berulang-ulang. Dengan demikian, optimalisasi pelayanan belajar terhadap siswa dapat terselenggara dengan baik melalui penggunaan bahan ajar . Bahan ajar disusun dengan tujuan 1 menyediakan bahan ajar yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dengan mempertimbangkan kebutuhan siswa yaitu bahan ajar yang disusun sesuai dengan karakteristik dan setting atau lingkungan sosial siswa 2 membantu siswa dalam memperoleh alternative bahan ajar disamping buku teks yang terkadang sulit diperoleh 3 memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran. Materi pembelajaran instructional materials adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dipelajari siswa dalam rangka mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan. Secara terperinci, jenis-jenis materi pembelajaran terdiri dari pengetahuan fakta, konsep, prinsip, prosedur, keterampilan, dan sikap atau nilai. Prinsip-prinsip dalam pemilihan materi pembelajaran meliputi a prinsip relevansi, b konsistensi, dan c kecukupan. Prinsip relevansi artinya materi 36 pembelajaran hendaknya relevan memiliki keterkaitan dengan pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar. Prinsip konsistensi artinya adanya keajegan antara bahan ajar dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa . Misalnya, kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa empat macam, maka bahan ajar yang harus diajarkan juga harus meliputi empat macam. Prinsip kecukupan artinya materi yang diajarkan hendaknya cukup memadai dalam membantu siswa menguasai kompetensi dasar yang diajarkan. Materi tidak boleh terlalu sedikit, dan tidak boleh terlalu banyak. Jika terlalu sedikit akan kurang membantu mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar. Sebaliknya, jika terlalu banyak akan membuang-buang waktu dan tenaga yang tidak perlu untuk mempelajarinya Neti,2010 109 Pengembangan materi pembelajaran guru harus mampu mengidentifikasi materi pembelajaran dengan mempertimbangkan 1 potensi peserta didik. 2 relevansi dengan karakteristik daerah. 3 tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, social dan spiritual peserta didik. 4 kebermanfaatan bagi peserta didik. 5 struktur keilmuan. 6 aktualitas, kedalaman, dan keluasan materi relevansi dengan kebutuhan siswa dan tuntutan lingkungan. 8 alokasi waktu. Pengembangan bahan ajar juga harus memperhatikan aspek cakupan materi ajar, jenis-jenis materi dan urutan dari materi ajar. Penentuan cakupan atau ruang lingkup materi pembelajaran juga harus memperhatikan apakah materi berupa aspek kognitif fakta, konsep, prinsip, prosedur ataupun aspek sikap dan nilai mapun aspek psikomotorik, karena jika telah terimplementasikan dalam proses pembelajaran, maka tiap-tiap jenis uraian materi tersebut memerlukan strategi dan media pembelajaran yang berbeda-beda. Selain memperhatikan jenis materi juga harus memperhatikan prinsip-prinsip yang perlu digunakan dalam menentukan cakupan materi yang menyangkut keluasan dan kedalaman materi. Keluasan mencakup berarti banyaknya materi yang dimasukkan dalam suatu pembelajaran dan kedalaman menyangkut rincian konsep yang terkandung didalamnya yang 100% found this document useful 2 votes5K views5 pagesDescriptionpengembangan handoutOriginal Title2. Karakteristik, Kelebihan, Kelemahan HandoutCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOC, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 2 votes5K views5 pagesKarakteristik, Kelebihan, Kelemahan HandoutOriginal Title2. Karakteristik, Kelebihan, Kelemahan HandoutJump to Page You are on page 1of 5 You're Reading a Free Preview Page 4 is not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. Assalamu’alaikum warahmatullahiwabarakatuhBagaimana kabar anda hari ini? Semoga selalu sehat-sehat saja, dan saya do’akan kepada siapa pun yang telah membaca artikel ini, supayaYang belum dapat jodoh, semoga segera dapat jodoh. Aamiin….Yang belum dapat pekerjaan, semoga mendapatkan pekerjaan. Aamiin….Yang sedang bekerja, mudah-mudahan rezkinya makin melimpah. Aamiin….Yang sedang bersekolah, semoga sekolahnya berkah dan mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Aamiin….Bahan ajar merupakan bahan yang berisi tentang konten tertulis, mediasi, atau difasilitas guru yang digunakan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran atau kompetensi yang diharapkan. Adapun contoh bahan ajar yang ada pada satuan pendidikan diantaranya, buku teks, media taktil manipulatives, program video, program audio, Lembar Kerja Siswa LKS, handouts, surat kabar, majalah dan masih banyak lagi yang Kelemahan Dan Solusi Untuk Bahan Ajar Di SDAdapun bahan ajar yang paling sering digunakan pada Sekolah Dasar adalah buku teks dan Lembar Kerja Siswa. Ada beberapa kelamahan dari buku teks yang sering guru gunakan untuk mengajar di SD, diantaranyaPada buku teks yang digunakan terdapat materi yang tidak sesuai dengan kurikulum atau tidak adanya kesesuaian antara materi yang disajikan dalam buku teks dengan tujuan pendidikan. Seperti contoh pada materi mata pelajaran Bahasa Indonesia tentang Kata Tanya, misalnya anak-anak sedang mengapa? Mengapa dia mau membantuku? Dari pertanyaan tersebut sudah jelas diketahui bahwa ada sesuatu yang janggal, yaitu apakah kata tanya “mengapa” juga digunakan untuk menanyakan tentang suatu perbuatan? Tentu hal ini berisikan konsep yang ilustrasi yang kurang tepat dengan menggunakan bahasa yang tidak sesuai dengan perkembangan siswa, misalnya pada siswa kelas 1 terdapat materi dalam buku teks yang meminta siswa untuk memahami suatu cerita dalam teks lalu mengungkapkan isi bacaannya sesuai dengan pemahamannya, tentu hal ini merupakan sesuatu yang keliru. Dan perlu diketahui bahwa untuk tingkat kelas 1 itu memerlukan waktu yang cukup lama untuk bisa membaca, jika diperintahkan untuk memahami sebuah teks tentu ini akan menjadi hal yang sulit bagi evaluasi yang tidak sesuai dengan aturan pengembangan alat evaluasi yang berlakuDan pada buku teks terdapat adanya materi yang tidak sesuai dengan perkembangan kognitif buku teks yang digunakan pada Sekolah Dasar terbaru sesuai dengan kurikulum 2013 K13 adalah buku teks dengan judul per tema, dan buku teks K13 ini pun terdapat beberapa kelemahan, daintaranyaIsi materi hanya sedikit saja, sehingga mengharuskan guru untuk mencari materi penunjang pada buku teks lain. Jadi, tidakheran apabila saat mengajar siswa terdapat 2-3 buah buku teks di meja guruIsi materi pada buku teks ini juga mengharuskan seorang guru untuk bisa mengakses dunia internet, sebab sebagian materi diperintahkan untuk mencarinya di internetAdanya keterpaduan di dalam buku teks yang digunakan, misalnya pada satu pembahasan mencangkup beberapa mata pelajaran seperti, IPA, IPS, Bahasa Indonesia dan MatematikaKemudian ketika ujian sekolah siswa diharuskan menjawab pertanyaan gabungan dari beberapa mata pelajaranBuku teks yang digunakan pada Sekolah Dasar sering berubah-ubah, meskipun materi yang ada didalmnya sama saja dengan buku teks solusi dari permasalahan bahan ajar berupa buku teks diatas yang bisa dilakukan oleh guru, diantaranyaMemberikan pembelajaran kepada siswa sesuai dengan materi yang sedang dipelajari, misalnya jika materi yang dibahas tentang pembelajaran PKn, maka cukup dengan membahas materi seputar pembelajaran PKn sajaGuru bisa saja mengajar sesuai dengan keterpaduan yang ada pada buku teks, misalnya pada materi pembelajaran IPA tentang tata surya bintang, bisa saja dipadukan dengan mata pelajaran lain seperti matematika misalnya dengan belajar menjumlahkan dari gambar bintang yang ada di papan tulis, lalu dipadukan dengan mata pelajaran SBDP yaitu dengan meminta siswa untuk menggambar bintang atau dengan menyanyikan lagu “bintang kecil”, dan untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia bisa saja meminta siswa untuk bercerita tentang bintang, bentuk bintang dan jumlah alat evaluasi guru bisa saja membuat Lembar Kerja Siswa LKS tersendiri dengan menyesuaikan materi yang telah diajarkan kepada siswa, sehingga dengan begitu LKS yang digunakan dapat mempermudah siswa dalam menyelesaikannya dikarenakan LKS yang digunakan sesuai dengan materi yang telah menyesuaikan materi pembelajaran yang ada pada buku teks dengan tuntutan kurikulum yang ada atau sesuai dengan satuan pembelajaran yang digunakan untuk setiap Contoh Pembelajaran PEKEM Di SDPAKEM adalah salah satu strategi pembelajaran yang didefinisikan sebagai pembelajaran yang partisipatif, aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Untuk melaksanakan PAKEM, kita sebagai guru harus memahami para siswa pada umumnya, yakni memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan senang satu contoh kegiatan PAKEM adalah pembelajaran dengan tema “Lingkungan sekitar laut”, untuk proses atau langkah kegiatan pembelajarannya yaituMelakukan tanya-jawab kepada siswa tentang “Lingkungan sekitar laut”Memberikan kesempatan kepada siswa mengungkapkan idenya tentang “Lingkungan sekitar laut” sesuai dengan imajinasinya dan bahasanyaGuru memberikan penjelasan tentang materi “Lingkungan sekitar laut” dan meminta siswa untuk mempersiapkan alat tulis dan pensil warnyaGuru memberikan kepada masing-masing siswa sebuah gambar “Lingkungan sekitar laut” berwarna hitam-putihGuru meminta siswa untuk memberikan hiasan warna pada gambar tersebut sesuai dengan imajinasinya secara bebas, dan siswa bisa saja menambah objek gambar untuk memperindah hiasan warna pada gambar “Lingkungan sekitar laut” yang telah diberikan oleh gurunyaSetelah kegiatan menghiasi gambar “Lingkungan sekitar laut” telah selesai, guru dan siswa bersama-sama menempelkan hasil karyanya pada dinding yang ada di dalam kelasC. Komponen Evaluasi Program Pembelajaran Yang Biasanya DinilaiJika sekolah ingin melakukan evaluasi program pembelajaran secara lengkap, ada beberapa komponen yang harus dinilai, diantaranyaKomponen pada contexts, yaitu komponen yang menyangkut tentang program pembelajaran yang dijalankan serta lingkungan sebagai tempat pada input, yaitu komponen yang menyangkut kurikulum, silabus, perencanaan pembelajaran, buku-buku, fasilitas/alat peraga, guru dan siswanyaKomponen pada process, yaitu komponen yang menyangkut pada pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan tersebutKomponen pada product, yaitu komponen yang menyangkut hasil belajar yang diperoleh siswa pada satuan pendidikan tersebutAdapun cara penilaian pada setiap komponen diatas, yaituKomponen pada contexts yang dinilai adalah lingkungan belajar yang mencangkup suasana sekitar ruang pembelajaran, seperti kenyamanan atau sikap masyarakatKomponen pada input yang dinilai adalah rencana pembelajaran yang telah dibuat oleh guru, buku pelajaran dan sumber lain beserta media yang digunakan, kemampuan dan motivasi siswa, serta kemapuan gurunya dalam pada process yang dinilai adalah proses pembelajaran yang dilakukan oleh satuan pendidikan tersebut dilakukan pada waktu kapan, misalnya pagi hari atau siang hari, lalu adanya jadwal hari efektif dalam kegiatan pembelajaran yang diberitahukan kepada siswanya, dan juga apakah ada program pendukung dalam proses pembelajaran, seperti ekstrakurikuler dan program les tambahan kegiatan pembelajaran diluar jam pembelajaran untuk siswa akhir tingkatKomponen pada product yang dinilai adalah laporan hasil evaluasi siswa yang biasanya disampaikan setiap bulan, tiga bulan maupun setelah kegiatan ujian berakhir. Hasil evaluasi ini sangat bermanfaat untuk penilaian kinerja kita sebagai guru, dengan melihat hasil belajar siswa kita sebagai guru dapat mengetahui apakah tujuan pembelajaran sudah tercapai/tidak, andaipun tidak tercapai maka kita dapat membuat evaluasi pembelajaran dengan melakukan Penelitian Tindakan Kelas PTK sebagai langkah dalam proses perbaikan pembelajaran dan bisa juga melakukan remedial diwaktu lain untuk membahas materi yang belum tuntas sesuai dengan hasil evaluasi yang diperoleh oleh Peran Sumber Daya Didalam Pembelajaran SDSumber daya berperan penting dalam penyelenggaraan pendidikan di SD dapat dikelompokkan berdasarkan jenisa dan dapat pula berdasarkan asalnya. Berdasarkan jenisnya, sumber daya di SD terdiri dari 1 sarana dan prasarana, 2 sumber daya manusia SDM, dan 3 dana. Berdasarkan asalnya, sumber daya dapat dikelompokkan menjadi sumber daya yang berada di SD sendiri dan sumber daya yang berasal dari luar SD. Sesuai PP. No. 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, sarana yang wajib ada pada setiap satuan pendidikan, termasuk SD meliputi perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, bahan habis pakai, dan pelengkapan lain yang diperlukan. Sedangkan prasarana meliputi lahan, ruang kelas, ruang pimpinan/kepala sekolah, ruang guru, ruang tata usaha, ruang perpustakaan, ruang laboraturium, ruang bengkel kerja, ruang unit produksi, ruang kantin, instalasi daya dan jasa, tempat berolahraga, tempat beribadah, tempat bermain, tempat berkreasi, dan ruang lain yang permasalahan yang sering terjadi pada sumber daya yang ada di SD, diantaranyaPada sarana dan prasarana tidak memiliki seperti ruang pimpinan/kepala sekolah, ruang tata usaha, ruang kantin, ruang perpustakaan, tempat ibadah dan atau alat peraga yang ada di SD banyak yang rusak karena dimakan oleh usiaJumlah siswanya sedikit, terlebih lagi untuk sekolah yang berada jauh dari pinggiran kota memiliki jumlah siswa yang sedikitDari segi guru dan tenaga kependidikan masih kurang atau kualifikasi pendidikan gurunya tidak sesuai dengan sekolah tempat bertugasDari dana yang diterima pun tidak terlalu banyak, sehingga hanya sedikit keperluan yang bisa terpenuhi, misalnya hanya cukup untuk membeli bahan habis pakaiLingkungan sekolah yang tidak aman, sebab banyak barang-barang milik sekolah yang dirusak dan dicuri oleh orang yang tidak bertanggung jawabKeadaan sekolah dan ruang kelas yang sangat memprihatinkanAdapun solusi untuk mengatasi beberapa permasalahan diatas, yaituUntuk sarana dan prasarana yang masih kurang bisa memanfaatkan ruangan untuk diberi sekat/pemisah, misalnya ruang guru kantor diberikan sekat/pemisah untuk sebagiannya digunakan oleh pimpinan/kepala sekolahUntuk tempat ibadah yang tidak dimiliki oleh sekolah, bisa menggunakan tempat ibadah yang ada disekitar sekolah, misalnya terdapat mushola, langgar atau masjid yang tidak jauh dari lingkungan sekolah bisa dimanfaatkanMedia pembelajaran padahal sangat penting digunakan dalam kegiatan pembelajaran, sekolah bisa saja membelikan media pembelajaran sedikit demi sedikit secara bertahap dari dana bantuan yang diterima untuk keperluan sekolahGuru yang kualifikasi ijazah yang dimiliki berbeda dengan tempat tugasnya dapat mengikuti program penyataraan, misalnya dengan mengambil perkuliahan S1 PGSD sehingga dengan begitu kualifikasi ijazah yang berbeda dapat diperbaikiUntuk jumlah siswayang sedikit ini sudah diatasi oleh pihak pemerintah dengan menetapkan sistem zonasi, tujuannya adalah supaya jumlah siswa itu dapat merata dan untuk menghindari terjadinya penumpukan siswa pada salah satu sekolah. Dan yang perlu diketahui jumlah siswa ini mempengaruhi untuk jumlah dana Bantuan Operasional Sekolah BOS yang diperoleh oleh setiap sekolahBagi sekolah yang memiliki lingkungan tidak aman dan keadaan sekolah serta ruang kelas yang memprihatinkan dapat berkoordinasi dengan pihak dinas pendidikan terkait guna mendapatkan bantuan untuk mengatasi permasalahan tersebut, misalnya untuk pembangunan pagar sekolah dan juga untuk rehab sekolah Semoga artikel sederhana ini bermanfataa bagi para pembaca sekalian dimana pun berada dan mohon maaf jika terdapat kesalahan didalam penulisan atau ada kalimat yang sulit untuk dipahami.

kelebihan dan kekurangan bahan ajar